sensitif
jadi orang melankolis itu, yaaa begini adanya. hati kamu gampang banget kecolek. dalam sedetik, kamu bisa dibuat kagum sampai badan menggigil saking terpesonanya, sedetik kemudian bisa saja kamu dibanting jatuh oleh rasa kecewa dan penyesalan.
hati kami terlalu lunak,tapi sebenarnya perasaan yang dibawa amat mendominasi. ketika kami berpikir, maka pada saat itu pula kami merasa. terlalu dalam, terlalu serius. orang bilang fase ini fasenya orang galau. tapi sebenernya bukan sekedar itu. kami perasa. mungkin hanya terlarut-larut, tapi jangan panggil kami tukang galau…
siang ini, saya kembali disentak oleh hal yang menggoyahkan hati. hal yang paling jitu untuk menggerakkan hati saya. hal yang paling sensitif untuk membuat saya kembali menangis, bukan karena cengeng, tapi karena hati kami berbaur dengan pemikiran kami. hal itu adalah tentang pengorbanan orang tua.
satu hal yang sukses merubah pola pikir saya. kenapa saya hidup?? untuk apa saya hidup?? saya harus seperti apa?? seperti siapa?? dengan apa?? dengan siapa??
itu sebagian besar ada di teori pengorbanan orang tua.
sekali lagi, saya informasikan. hati saya terlalu lembek untuk hal ini.
dan saya rasa semua orang begitu. hanya orang yang berhati batu yang tidak mengenal rasa cinta pada orang tuanya..
siang bolong yang labil.
Terkadang apa yang kita pikirin ga sesuai dengan apa yang kita lakuin. Ya ga sih??? Atau aku aja ya? Hmm…Berbicara tentang integritas dan sinkronisasi antara perilaku dan pemikiran. Ketika pemikiran kita udah begitu dewasa dan mapan, tapi hati dan tubuh kita ga mau ngelakuin hal-hal dewasa yang udah dipikirin begitu matang, apa itu suatu hal yang wajar? Atau hal tersebut diwajarkan supaya manusia merasa tenang???
udah berpikir sesuatu yang sebenarnya cocok untuk disebut “dewasa”, cuma tau dan mengerti tanpa dilakuin. selalu kaya gitu, makanya sampe sekarang masih ngerasa kaya anak SMP labil labil asoy. hmm… sampe sempet mikir, “gatau aku kapan dewasanya”.
kenapa banyak yang cuma bisa dipikirin tanpa dilakuin???
kenapa banyak yang cuma bisa dirasakan tanpa dikatakan???
apa efek hanya bisa memikirkan tanpa melakukan akan membuat sakit seperti halnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa dikatakan???
just for boosting my mood ;))
Cinta itu himpunan kosong tak ada artinya bila hanya diucapkan saja..
Cinta itu seperti pola bilangan setiap suku, pasti ada ketentuannya masing-masing..
Terkadang cinta juga layaknya bilangan berlimit, kelihatanya dekat tapi sulit sekali digapai..,
Cinta juga seperti lingkaran yang tak memiliki ujung,menyimbolkan suatu keabadian yang tanpa batas..
Cinta terkadang juga memiliki gradient, yang selalu berubah-ubah tingkat kemiringannya..
Cinta itu sebuah fungsi, yang memiliki pasangan tepat satu terhadap himpunan asal..
Cinta adalah sebuah teorema yang menjadi dasar segala kehidupan yg ada..
Cinta itu bersifat komutatif, yang selalu bisa saling bertukar fikiran satu sama lain..
Cinta juga bersifat distributif, selalu berbagi dengan sesama..
singkat saja, cinta itu seperti matematika terlalu banyak rumus,.. terlalu banyak teorema dan perlu diuji kebenarannya..
salam matematika,
yunizar ridha